Bariah, Lulusan UT yang Pecahkan Keterbatasan dengan Kekuatan dan Keteguhan
Bariah, seorang penyandang disabilitas daksa asal Palembang, telah membuktikan bahwa kesulitan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan tekad luar biasa, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen dari Universitas Terbuka (UT) sambil tetap menjalani pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART). Kini, Bariah tidak hanya lulus sarjana, tapi juga menjadi calon asesor yang akan memperluas peluang karier di bidang sertifikasi profesi.


Awal Kehidupan yang Penuh Tantangan

Lahir dan besar di kampung kecil Palembang, Bariah harus menghadapi banyak rintangan sejak dini. Tanpa dukungan orang tua, ia mengandalkan bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dasar. Meski prestasinya baik, keterbatasan biaya nyaris membuatnya putus sekolah saat hendak masuk SMA. Namun, dengan bantuan wali murid, ia akhirnya bisa melanjutkan pendidikan.
Saat SMA, Bariah tidak hanya fokus pada belajar, tetapi juga berjualan gorengan selama jam istirahat. Uang hasil jualannya digunakan untuk menambah uang saku. “SMA itu untuk nambah-nambah saya ambil jualan gorengan, punya tetangga, untuk dapet uang saku juga,” kata Bariah.
Dari ART ke Dunia Pendidikan Tinggi

Setelah lulus SMA, Bariah kembali bekerja sebagai ART. Gaji pertamanya sebesar Rp 600 ribu terasa sangat berharga baginya. “Itu gaji pertama saya cari duit. Karena saya berdoanya, apa ada ya orang yang bisa nerima saya kerja. Dan akhirnya saya berdoa, akhirnya terjawab pas bulan Ramadan,” ujarnya.
Tidak puas dengan situasi tersebut, Bariah merantau ke Depok untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Di sana, ia kembali menjadi ART dengan gaji Rp 1.000.000. Kesempatan baru datang ketika ia bergabung dengan sebuah Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital (LSPTD), tempat ia mendapat dukungan yang baik dari atasan.
Mencoba Peluang Kuliah Jarak Jauh
Bariah kemudian mendaftar sebagai mahasiswa Universitas Terbuka. Namun, tekadnya sempat disepelekan oleh orang terdekat. Beruntung, atasan barunya memberinya dukungan penuh, termasuk subsidi kuliah dan pelatihan komputer. “Alhamdulillah tuh bos saya ngedukung saya, jadi ikut pelatihan komputer, kan saya nggak bisa tuh. Masih gaptek banget kan, ikut pelatihan komputer, ikut pelatihan apa. Jadi saya ikut pelatihan, akhirnya bos saya yang fasilitasi semua kan,” katanya.
Sistem Open and Distance Learning (ODL) UT menjadi solusi bagi Bariah. Ia dapat kuliah sambil bekerja dan merantau ke Jakarta tanpa perlu hadir langsung ke kampus. “Kalau kampus lain kayaknya saya nggak sanggup. Biaya beda, terus harus datang ke kelas. UT itu fleksibel banget,” ujarnya.
Mengubah Pola Pikir dan Status Kerja
Pendidikan tidak hanya memberinya gelar, tetapi juga mengubah pola pikir Bariah. Dulu, ia cenderung emosional dalam menghadapi masalah, kini ia lebih tenang dan mampu mencari solusi. Bahkan, setelah lulus S1, pihak kantor akan memberinya promosi jabatan sebagai asesor sertifikasi.
“Pendidikan itu ngubah pola pikir saya. Dulu kalau ada masalah, emosi. Sekarang lebih tenang, bisa mikir solusi,” katanya.
Pesan untuk Semua Penyandang Disabilitas
Bariah ingin menyampaikan pesan kepada para penyandang disabilitas dan pekerja informal seperti ART. “Nggak ada kata terlambat buat belajar. Disabilitas bukan alasan berhenti berkembang,” tegasnya.
Kisah Bariah adalah contoh nyata bahwa dengan keteguhan dan keberanian, siapa pun bisa meraih kesuksesan. Bagi Bariah, pendidikan bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang perubahan hidup yang lebih baik.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa yang membuat Bariah mampu menyelesaikan pendidikan S1 meskipun memiliki disabilitas?
Bariah berhasil karena dukungan dari atasan dan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dari Universitas Terbuka.
Bagaimana Bariah mengatur waktu antara kerja dan kuliah?
Ia menggunakan sistem ODL UT yang memungkinkan belajar secara online, sehingga bisa mengatur waktu dengan lebih mudah.
Apakah Bariah pernah mengalami bullying?
Ya, Bariah pernah mengalami bullying, tetapi ia sudah kebal dan fokus pada tujuannya.
Apa peran universitas dalam kesuksesan Bariah?
Universitas Terbuka memberikan akses pendidikan yang terjangkau dan fleksibel, yang sangat cocok bagi Bariah.
Bagaimana kisah Bariah bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang?
Kisah Bariah menunjukkan bahwa disabilitas bukan penghalang, tetapi bisa menjadi motivasi untuk meraih kesuksesan.
[Image suggestion: Bariah lulusan UT penyandang disabilitas]
[Image suggestion: Bariah bekerja sebagai ART di kampung halaman]
[Image suggestion: Bariah mengikuti pelatihan komputer di kantor]
[Image suggestion: Bariah berdiri di depan panggung wisuda UT]
[Image suggestion: Bariah sedang berbicara dalam acara wisuda UT]
Kesimpulan
Bariah adalah bukti nyata bahwa keteguhan dan keberanian bisa mengubah segalanya. Dengan dedikasi dan dukungan yang tepat, siapa pun bisa meraih kesuksesan, bahkan di tengah keterbatasan. Kisahnya menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah, sekalipun hidup penuh tantangan. Bariah telah membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk perubahan, dan dengan itulah, masa depan bisa dirancang sendiri.






